KARYA WISATA 2021 : BEDA CARA SATU TUJUAN

Kegiatan karya wisata atau tepatnya belajar di luar kelas, tahun ini sangat dirasakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau tahun-tahun sebelumnya, peserta didik kelas 8 mengambil waktu 1 (satu) hari untuk belajar di luar kelas (bahkan diluar sekolah) dengan mengunjungi suatu tempat dan mengadakan kegiatan pembelajaran seperti menerima penjelasan, tanya jawab, diskusi di tempat tersebut, tergantung tempat yang dikunjungi. Di tempat tersebut peserta didik juga belajar mengumpulkan informasi/data yang nantinya akan diolah dan kemudian dituangkan dalam bentuk laporan karya tulis.
Namun tahun ini, karena situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung, maka kegiatan tersebut diadakan disekolah. ‘Kalau karya wisata yang lalu kita yang keluar sekolah, tahun ini narasumber yang kita datangkan ke sekolah’, ungkap Ibu Ni Kadek Mulyawati, S.Pd, selaku ketua panitia.
Dalam kesempatan kali ini, tema yang diambil ada 2 yaitu mengenai kerajinan gerabah dan kerajinan batik, dimana narasumber yang dihadirkan dari SMK 5 Mataram. Dalam pertemuan hari pertama, Selasa (20/4), kegiatan diikuti oleh peserta didik dari kelas 8A dan 8B. Hadir bapak Heru Purwanto yang memaparkan mengenai kerajinan gerabah. Kerajinan yang juga menjadi icon pulau Lombok, banyak dikembangkan di Desa Banyumulek-Lombok Barat dan beberapa tempat di Lombok Timur. Dalam pemaparannya, bapak Heru, demikian beliau biasa disapa, menjelaskan dari proses penyiapan bahan dan alat untuk membuat kerajinan gerabah sampai hasil akhir yang dihasilkan. Disamping itu, peserta didik juga diajak untuk mempraktekkan untuk membuat suatu bentuk kerjainan gerabah.
Dihari kedua, Rabu (21/4), tema yang diangkat yaitu mengenai pembuatan kerajinan batik. Pada pertemuan hari kedua ini diikuti oleh peserta didik dari kelas 8C dan 8D. Pertemuan kedua yang bertepatan dengan peringatan hari Kartini ini, diisi oleh sosok ibu guru, yaitu Ibu Khusnul Qotimah. Dalam kesempatan kali ini, ibu Khusnul mengajak peserta didik untuk mengenal proses pembuatan batik, dari mulai proses membuat pola, melakukan pemberian lilin/malam sampai proses akhir.
Sebagai kelanjutan dari kegiatan ini, peserta didik di bawah bimbingan guru Bahasa Indonesia akan mengolah informasi yang sudah dikumpulkan untuk dituangkan dalam bentuk karya tulis. ‘Ini esensi dari kegiatan ini, anak-anak diajak untuk membuat karya tulis yang terstruktur baik, sesuai kaidah bahasa Indonesia’, demikian ungkap Ibu Ratu, salah satu guru Bahasa Indonesia SMPK Kesuma.
Semoga pandemi cepat berlalu, sehingga kegiatan ini dapat dilakukan normal seperti tahun-tahun sebelumnya. Maju terus SMPK Kesuma Mataram…
Disiplin – Jujur – Terampil – Mandiri
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- SMPK Kesuma Mataram Gelar Aksi Berbagi Kebaikan
- Uji Coba Instrumen Akademik Tahap 1 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Digelar di SMPK Kesuma
- LKPO SMP SEKEUSKUPAN DENPASAR 2025
- Juara I Lomba Tari Kreasi Daerah se-Kota Mataram
- Fiel Trip Kelas 7 Bilingual
Kembali ke Atas




